Blog

  • Haji Khusus Lebih Cepat dan Terjangkau, Nabung Setara Rokok Sehari Bisa Berangkat ke Makkah

    Haji Khusus Lebih Cepat dan Terjangkau, Nabung Setara Rokok Sehari Bisa Berangkat ke Makkah

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Kabar gembira bagi masyarakat Lombok dan sekitarnya yang bercita-cita menunaikan ibadah haji. Di tengah panjangnya antrean haji reguler yang bisa mencapai puluhan tahun, kini ada solusi cerdas dari Muhsinin Tour and Travel Lombok. Program Haji Khusus yang bisa diwujudkan hanya dengan menabung setara harga sebungkus rokok per hari.

    Melalui program ini, masyarakat cukup menyisihkan sekitar Rp 65 ribu per hari atau sekitar Rp 2,5 juta per bulan, dan dalam waktu 7 tahun, sudah bisa berangkat ke Tanah Suci melalui jalur Haji Khusus. Program ini dikelola secara profesional oleh Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi dan terpercaya, yakni Muhsinin Tour and Travel.

    “Kalau beli rokok Rp 65 ribu per hari bisa, kenapa menabung untuk haji tidak bisa? Kami ingin hadirkan solusi realistis bagi umat,” tegas Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel, H. Ahmad Muharis.

    Keunggulan Haji Khusus dari Muhsinin Tour and Travel

    Dibandingkan dengan haji reguler yang masa tunggunya bisa belasan hingga puluhan tahun, haji khusus hanya butuh waktu sekitar 5 hingga 7 tahun. Selain waktu yang lebih singkat, calon jamaah juga akan mendapatkan pelayanan eksklusif dan fasilitas lebih nyaman, mulai dari akomodasi hingga bimbingan manasik.

    Untuk mendapatkan kursi Haji Khusus, calon jamaah cukup melakukan setoran awal sebesar Rp 65 juta, dan sisa biaya bisa dicicil ringan selama masa tunggu.

    Program ini cocok bagi masyarakat yang serius ingin menunaikan haji namun tidak ingin menunggu terlalu lama. Muhsinin Tour and Travel juga menyiapkan tim profesional dan berpengalaman, sehingga jamaah akan merasa lebih aman dan nyaman selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

    Pilih Travel Haji Resmi dan Terpercaya

    Masyarakat diimbau untuk memilih travel haji resmi dan berizin, seperti Muhsinin Tour and Travel, agar terhindar dari penipuan berkedok perjalanan haji. Jangan mudah tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal.

    Bagi Anda yang memiliki niat kuat berhaji, kini saatnya mewujudkannya dengan langkah nyata. Program Haji Khusus Murah dan Terjangkau dari Muhsinin Tour and Travel adalah jalan terbaik untuk meraih impian suci menuju Baitullah.

    Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa langsung menghubungi kantor resmi Muhsinin Tour and Travel di Lombok. Jangan tunda niat baik Anda, karena haji bukan sekadar ibadah, tapi juga perjalanan spiritual yang penuh berkah. (rls)

    Keterangan Foto:

    Direktur Utama Muhsinin Tour and Travel, H. Ahmad Muharis. (ist)

  • Kisah Haru dan Tak Terduga Perjalanan Haji Tahun Ini

    Kisah Haru dan Tak Terduga Perjalanan Haji Tahun Ini

    Musim haji tahun ini bukan sekadar rangkaian ibadah. Ia adalah permadani kisah-kisah haru dan tak terduga, dijalin dari mimpi dan perjuangan para jamaah Indonesia.

    —–

    Di balik lantunan doa dan semangat menunaikan rukun Islam kelima, tersimpan cerita-cerita yang menyentuh hati, mencerminkan semangat keikhlasan dan ketabahan khas bangsa Indonesia.

    Semuanya mengungkap kompleksitas perjalanan haji yang melampaui urusan visa dan persiapan pribadi. Lebih dari itu, kisah-kisah ini juga memperlihatkan betapa kuatnya ikatan persaudaraan dan gotong royong dalam menghadapi tantangan.

    Salah satu peristiwa yang menyedot perhatian publik dalami Bupati Pathul Bahri dan istrinya. Pasutri ini mengalami penundaan dua kali. Sebuah ujian kesabaran yang menguji keikhlasan. Awalnya bupati tergabung dalam kloter 2, keberangkatan mereka tertunda karena visa terlambat.

    Ironisnya, meski visa sudah keluar, mereka tetap tak bisa berangkat. Setelah penundaan hingga kloter 6, mereka akhirnya dipindahkan ke kloter 8, bahkan setelah berada di asrama haji.

    Bayangkan, harapan yang berkali-kali tertunda, sebuah ujian yang hanya bisa dilewati dengan tawakal dan keikhlasan, sebagaimana nilai-nilai luhur yang dijunjung tinggi dalam budaya Indonesia. Dugaan kuat, penundaan ini disebabkan miskomunikasi atau masalah administrasi antara Bupati dan Kanwil Kemenag NTB.

    Kekecewaan Bupati yang diungkapkan ke publik menunjukkan adanya kendala di luar kendali. Sebuah perjuangan yang tak mudah bagi seorang pemimpin yang juga ingin menunaikan rukun Islam yang kelima.

    Berbeda dengan kasus Bupati yang akhirnya bisa berangkat haji, ada Ibu Lin (nama samaran), seorang ibu yang berangkat haji dengan persiapan sangat minim. Bayangkan, seorang ibu yang mungkin telah berhemat bertahun-tahun, mendapati dirinya harus berangkat mendadak, tanpa cukup waktu menyelesaikan keperluan. Kisah ini mencerminkan semangat pantang menyerah yang khas Indonesia, di tengah kendala administrasi dan teknis yang berdampak langsung pada kesiapan jamaah.

    Terdapat pula kasus lain yang menyentuh: seorang anak mendapatkan visa sementara ibunya belum. Keluarga ini terpaksa memilih antara berangkat terpisah atau menunda perjalanan, sebuah dilema yang menyayat hati, menunjukkan betapa kuatnya ikatan keluarga dalam budaya Indonesia.

    Selain itu, terdapat kisah Pak Karto (nama samaran), seorang kakek berusia 75 tahun yang harus berjuang sendiri mengurus kepergiannya. Anak-anaknya yang sibuk bekerja di kota besar tak dapat membantunya secara langsung. Berkat bantuan tetangga dan jamaah lain yang lebih muda, beliau akhirnya dapat berangkat dengan tenang.

    Kisah ini memperlihatkan betapa gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam masyarakat Indonesia, bahkan dalam menghadapi tantangan administrasi yang rumit.

    Kesimpulannya, pengalaman-pengalaman ini mengungkap kompleksitas sistem pemberangkatan haji. Prosesnya jauh lebih rumit daripada sekadar pengurusan visa dan persiapan pribadi. Miskomunikasi, kendala administrasi, dan masalah logistik sering menjadi penghambat. Kejadian-kejadian ini seharusnya menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara haji untuk meningkatkan koordinasi, transparansi, dan komunikasi efektif dengan calon jamaah.

    Semoga ke depannya, setiap jejak kaki menuju Tanah Suci diiringi kelancaran dan keberkahan. Sehingga setiap perjalanan haji dipenuhi dengan kedamaian dan penuh berkah, tanpa terhalang oleh kendala administrasi yang tak perlu, sejalan dengan nilai-nilai keikhlasan dan kesabaran yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. (*)

  • Lima Terduga Penyalahguna Narkoba Diamankan di Mataram, Termasuk Dua Perempuan

    Lima Terduga Penyalahguna Narkoba Diamankan di Mataram, Termasuk Dua Perempuan

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS ID)– Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Mataram kembali berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika. Sebanyak lima orang terduga pelaku diamankan dalam operasi yang digelar pada Kamis (08/05/2025) dini hari sekitar pukul 00.35 WITA.

    Kelima terduga tersebut masing-masing berinisial RY (27) warga Dasan Agung, Kecamatan Selaparang; FJ (35) perempuan asal Taman Sari, Ampenan; JJ (35) dari Kecamatan Empang, Sumbawa; CP (26) warga Karang Panas, Ampenan; dan PA (32) perempuan asal Bandung, Jawa Barat.

    Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, SH., MH., menjelaskan  pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan RY yang baru saja turun dari taksi di Jalan Sriwijaya, Kelurahan Saptamarga, Kecamatan Mataram.

    “Dari penggeledahan badan dan kendaraan, petugas menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu,” ungkapnya.

    Berdasarkan keterangan RY, diketahui bahwa ia sebelumnya berada bersama empat rekannya di salah satu hotel di Kecamatan Mataram. Tim kemudian melakukan penggeledahan di dua kamar hotel, yakni kamar 107 dan 209. Di lokasi tersebut, petugas mendapati empat orang lainnya, yakni JJ, CP, FJ, dan PA.

    “Dari kamar hotel, petugas mengamankan alat hisap sabu, beberapa unit ponsel, serta sejumlah uang tunai,” tambah AKP Bagus.

    Barang Bukti dan Proses Hukum

    Selain mengamankan kelima terduga, petugas juga melakukan penggeledahan lanjutan di rumah RY di wilayah Dasan Agung, Selaparang. Total barang bukti narkotika jenis sabu yang diamankan mencapai 0,92 gram.

    “Kelima terduga juga dinyatakan positif mengonsumsi sabu berdasarkan hasil tes,” tegas Kasat Narkoba.

    Saat ini, kelima terduga tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolresta Mataram. Mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1), Pasal 112 ayat (1), dan/atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (nang)

  • BNN dan Polresta Mataram Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Narkotika di Kota Mataram

    BNN dan Polresta Mataram Perkuat Sinergi Hadapi Ancaman Narkotika di Kota Mataram

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Mataram dan Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram memperkuat sinergi dalam menghadapi ancaman peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika di wilayah Kota Mataram.

    Langkah ini ditandai dengan audiensi resmi antara Kepala BNN Kota Mataram, Yuanita Amelia Sari, S.E., M.Si., dan Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., yang berlangsung pada Rabu, 7 Mei 2024.

    Dalam pertemuan strategis tersebut, kedua institusi sepakat meningkatkan koordinasi lintas sektor sebagai bagian dari upaya memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Audiensi ini juga menjadi wadah untuk menyamakan persepsi dan langkah operasional guna menanggapi semakin kompleksnya modus peredaran narkoba di wilayah perkotaan.

    Kepala BNN Kota Mataram, Yuanita Amelia Sari, menyampaikan bahwa kerja sama ini penting untuk membangun pemahaman bersama sekaligus mengembangkan pendekatan yang lebih humanis dan solutif dalam penanganan kasus narkotika. Ia juga menekankan pentingnya peran aparat penegak hukum sebagai fasilitator perubahan sosial, tidak hanya sekadar melakukan tindakan represif.

    Dalam audiensi tersebut, hadir pula Kasubag Umum BNN Kota Mataram Nurul Achyani, S.T., Katim P2M Subandriadi, S.E., dan Katim Rehabilitasi Riri Rahmayati Tasran, S.Psi.

    Sementara Kapolresta didampingi Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra, S.H., M.H.

    Hasil diskusi menghasilkan beberapa komitmen bersama. Di antaranya peningkatan pertukaran data dan informasi, pelaksanaan razia terpadu, pelatihan bersama, serta penguatan program pencegahan berbasis pendidikan dan masyarakat. Kedua institusi juga bersepakat untuk memperkuat layanan rehabilitasi berbasis komunitas dan intervensi dini bagi para pengguna narkoba.

    Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan kesiapan Polresta untuk mendukung program Kota Mataram Bersih Narkoba (BERSINAR). Ia berharap kemitraan antara Polresta dan BNN Kota Mataram ini dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman dan produktif bebas narkoba.

    Melalui kolaborasi yang semakin erat ini, diharapkan implementasi program P4GN di Kota Mataram dapat berjalan secara efektif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, demi terwujudnya kota yang sehat, produktif, dan bebas dari ancaman narkotika. (nang)

  • Gubernur NTB Miq Iqbal Gelar Begibung Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan NTB

    Gubernur NTB Miq Iqbal Gelar Begibung Bersama Insan Media, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan NTB

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)– Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, menggelar acara media gathering bertajuk “Begibung Bersama Gubernur” di Pendopo Tengah Gubernur NTB, Rabu (7/5/2025).

    Acara ini dihadiri para pimpinan media, forum wartawan se-NTB, serta jajaran OPD terkait, dan menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers dalam mendukung percepatan pembangunan NTB.

    Ketua SMSI NTB, HM Syukur menyampaikan aspirasi wartawan.

    Dalam suasana penuh keakraban, Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal berdialog langsung dengan para jurnalis. Ia menyampaikan komitmen pemerintahannya dalam menuntaskan berbagai isu strategis. Mulai dari sektor peternakan, pengelolaan sampah hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan. Gubernur juga memaparkan rencana pembentukan NTB Capital dan penguatan event-event pariwisata berskala internasional sebagai bagian dari strategi percepatan ekonomi daerah.

    “Ketika media dilibatkan langsung, mereka akan lebih memahami kompleksitas kebijakan yang diambil. Karena itu, silaturahmi seperti ini penting untuk terus dibangun,” ujar Miq Iqbal.

    Acara yang diinisiasi langsung oleh Gubernur ini juga dihadiri Kepala Dinas Kominfotik NTB Yusron Hadi, Kepala Dinas Pariwisata NTB Nur Aulia, serta sejumlah kepala OPD lainnya. Para insan pers menyambut positif kegiatan ini sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap peran strategis media.

    Foto bareng bersama para wartawan dengan Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal.

    Ketua PWI NTB, Nasrudin Zain, mengapresiasi kesempatan berdialog langsung dengan Gubernur. Ia berharap pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan media, baik cetak maupun digital.

    Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) NTB, HM Syukur juga menyampaikan sejumlah poin penting untuk diperkuat dalam hubungan pemerintah dan media.

    Di antaranya menjamin akses media terhadap informasi program dan kebijakan pemerintah, menyelenggarakan forum diskusi secara berkala, melibatkan media dalam penyusunan narasi pembangunan, serta mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelatihan jurnalistik.

    Ia juga menekankan pentingnya perlindungan terhadap kebebasan pers, dukungan bagi media lokal yang kredibel, dan sinergi dalam menangkal hoaks serta membangun gerakan literasi digital berbasis komunitas.

    Sebagai penutup, seluruh peserta gathering menikmati makan bersama secara tradisional dalam format begibung, menciptakan suasana kebersamaan yang mencerminkan kuatnya kolaborasi antara media dan pemerintah. (nang)

    Keterangan Foto (atas).

    Gubernur NTB Dr Lalu Muhammad Iqbal memberikan penjelasan pada acara gathering dengan media di Pendopo Gubernur, Rabu (07/05). (Foto: Anang/lombokexpress.id)

  • Dukung Pendidikan Berkualitas, Dosen UMC Gelar Pengabdian Masyarakat di SMP Muhammadiyah Lemah Abang Cirebon

    Dukung Pendidikan Berkualitas, Dosen UMC Gelar Pengabdian Masyarakat di SMP Muhammadiyah Lemah Abang Cirebon

    CIREBON (LOMBOKEXPRESS.ID)– Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan berkualitas di Indonesia. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) yang dilaksanakan di SMP Muhammadiyah Lemah Abang, Kabupaten Cirebon, pada Senin (21/04/2025).

    Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Tim Dosen UMC, Eline Rozaliya Winarto, M.Hum., yang menegaskan pentingnya penerapan ilmu dalam kehidupan nyata. “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah,” kutipnya. Prinsip ini menjadi dasar bagi dosen UMC dalam menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan masyarakat melalui riset dan pengabdian.

    Dalam kegiatan Abdimas ini, para dosen UMC menggelar workshop bertema *Disiplin Positif dalam Dunia Pendidikan*. Workshop ini merupakan bagian dari program hibah RisetMu dan bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan yang humanis dan edukatif.

    “Melalui pendekatan disiplin positif, kami ingin membantu guru-guru memahami bahwa mendidik dengan empati dan komunikasi yang membangun lebih efektif daripada hukuman fisik,” ujar Eline, Rabu (7/05/2025).

    Selama kegiatan, para guru SMP Muhammadiyah Lemah Abang diajak mengikuti berbagai sesi aktif, termasuk diskusi kelompok, simulasi, dan penyusunan dokumen nilai. Salah satu hasil penting dari workshop ini adalah terbentuknya dua dokumen: *Kebajikan Sekolah* dan *Keyakinan Kelas*. Keduanya berisi nilai-nilai pendidikan karakter yang disepakati secara partisipatif oleh para guru dan akan diajukan sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HaKI).

    Siti Salamah, S.Pd., salah satu guru peserta workshop, mengaku mendapat perspektif baru dalam mendidik siswa. “Saya jadi paham bahwa mendidik dengan pendekatan positif dapat membentuk karakter anak lebih baik daripada sekadar menghukum,” ujarnya.

    Hal senada juga disampaikan Fathiya Putri Handini, M.Pd., “Kegiatan ini membuka wawasan kami. Disiplin bisa dibangun dengan kedekatan dan rasa saling percaya, bukan dengan rasa takut.”

    Kepala SMP Muhammadiyah Lemah Abang, Nurdin Hamzah, S.Sos., turut menyampaikan apresiasinya. “Workshop ini membuka cakrawala baru bagi kami para pendidik. Kami yakin pendekatan disiplin positif akan membawa perubahan nyata di lingkungan sekolah kami.”

    Melalui kegiatan pengabdian ini, dosen UMC membuktikan bahwa pendidikan karakter berbasis nilai dapat diterapkan secara nyata di sekolah-sekolah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah juga diharapkan terus berlanjut demi menciptakan generasi muda yang cerdas, beretika, dan berkarakter.

    Dengan membawa semangat *ilmu yang diamalkan*, UMC terus berkontribusi menciptakan pendidikan berkualitas dan berdampak langsung bagi masyarakat. (rls)

  • Zulmansyah Lantik Pengurus PWI Kepri dan Batam: Wartawan Harus Junjung Kode Etik Jurnalistik

    Zulmansyah Lantik Pengurus PWI Kepri dan Batam: Wartawan Harus Junjung Kode Etik Jurnalistik

    BATAM (LOMBOKEXPRESS.ID) – Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sukedang, secara resmi melantik Pengurus PWI Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), PWI Kota Batam, dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Kepri untuk masa bakti 2025–2028. Pelantikan berlangsung meriah di Ballroom Hotel Planet Holiday, Batam, Rabu (7/5/2025).

    Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat Sasongko Tedjo, Plt Ketua IKWI Pusat Indah Kirana, sejumlah pejabat daerah, serta perwakilan organisasi media. Acara dibuka dengan persembahan tari sekapur sirih sebagai simbol penghormatan kepada tamu kehormatan.

    Dalam sambutannya, Zulmansyah menegaskan pentingnya menjaga integritas serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik bagi setiap wartawan. Ia menyebutkan bahwa pelantikan kali ini merupakan yang terpanjang dalam sejarah PWI.

    “Selamat kepada seluruh pengurus yang dilantik. Jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab. Wartawan harus menjadi mitra pembangunan, bukan alat untuk menyerang pribadi atau membunuh karakter. Pegang teguh kode etik jurnalistik dan patuhi aturan organisasi,” tegasnya.

    Sebagai bagian dari rangkaian acara, dilakukan pula penandatanganan nota kesepahaman antara PWI dengan sejumlah mitra strategis, serta pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap berjasa, termasuk Gubernur Kepri yang diwakili oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Hasan.

    Dalam sambutannya, Hasan mengapresiasi sinergi yang telah terbangun antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan insan pers, khususnya PWI. “Kami merasa nyaman bermitra dengan PWI. Harapannya, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi positif untuk pembangunan daerah,” ujar Hasan.

    Perwakilan BP Batam, Ariastuti Sirait, juga menyampaikan harapan agar PWI Batam bisa menjadi mitra aktif dalam menyosialisasikan program investasi dan pembangunan daerah. “Media memiliki peran besar dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Kami mengajak PWI Batam terus bersinergi,” katanya.

    Sementara itu, Ketua PWI Batam terpilih, Muhammad Kavi Ansari, menyatakan komitmennya untuk membawa organisasi ke arah yang lebih solid dan profesional. “Kami akan menghadirkan program-program yang menyentuh masyarakat serta menjunjung tinggi etika jurnalistik,” tandasnya. (rls)

  • Bupati Sidoarjo Dukung Percepatan Sertifikasi Wakaf, Imbauan untuk Nazhir

    Bupati Sidoarjo Dukung Percepatan Sertifikasi Wakaf, Imbauan untuk Nazhir

    SIDOARJO (LOMBOKEXPRESS.ID) –Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkomitmen mendukung percepatan sertifikasi wakaf. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH, MKn, dalam acara pengukuhan Pengurus Perwakilan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Kabupaten Sidoarjo periode 2025-2028 di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (6/5/2025).
    Bupati Subandi menegaskan akan mengajak Camat, Kades, dan Lurah untuk bersinergi dengan Kemenag dan BPN Sidoarjo dalam merealisasikan program percepatan sertifikasi wakaf yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
    Ketua BWI Jawa Timur, Dr. KH. Mustain, MAg, menekankan pentingnya BWI dalam memberikan kepastian hukum di bidang perwakafan dan meningkatkan kesejahteraan umat.  Ia mendorong perluasan pemanfaatan aset wakaf, termasuk wakaf uang, yang kini sudah dilegalkan.  Contohnya, lahan wakaf kosong dapat dimanfaatkan sebagai areal parkir untuk menunjang operasional masjid.
    Ketua Perwakilan BWI Kabupaten Sidoarjo, H. Ruhu Syahid Thoha, SPd, mengajak seluruh nazhir di Kabupaten Sidoarjo untuk proaktif melaporkan pengelolaan harta wakaf kepada BWI sesuai UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, Pasal 11 (d).  Ia juga menghimbau agar pengurus tanah wakaf segera koordinasi dengan PPAIW untuk penggantian nazhir, khususnya untuk tanah wakaf masjid, musholla, langgar, atau tempat pendidikan.

    “Waktunya tertib administrasi dan memberikan kemudahan serta azas kemanfaatan dalam mengelola harta wakaf,” tegas Ruhu.  Pengukuhan pengurus BWI Sidoarjo diharapkan mampu merevolusi pengelolaan sertifikat wakaf melalui pemberdayaan SDM dan tertib administrasi. (rls)

  • AI dalam Jurnalisme, Antara Inovasi dan Kekhawatiran, Catatan Kritis dari Profesor Janet Steele

    AI dalam Jurnalisme, Antara Inovasi dan Kekhawatiran, Catatan Kritis dari Profesor Janet Steele

    Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam industri media semakin meluas, tak terkecuali di Indonesia. Namun, di tengah geliat inovasi ini, muncul suara kritis dari Profesor Janet Steele, pakar jurnalisme dari George Washington University, Amerika Serikat.

    Dalam kunjungannya ke Indonesia, Steele menyampaikan kekaguman sekaligus keheranannya atas cara media Indonesia mengadopsi AI, terutama dalam peran yang selama ini dianggap “sakral” bagi jurnalis manusia.

    AI, Alat Bantu atau Pengganti?

    Di Amerika Serikat, AI sudah digunakan oleh media untuk tugas-tugas teknis seperti merangkum laporan panjang, menelusuri arsip data, hingga menyusun laporan cuaca dan hasil pertandingan olahraga. Fungsi ini dianggap sebagai *support system* yang membantu jurnalis bekerja lebih cepat dan akurat.

    Namun berbeda dengan Indonesia. Media-media di Tanah Air mulai menampilkan AI sebagai presenter berita di televisi, bahkan pewawancara di radio. Langkah yang cukup revolusioner ini memancing komentar dari Steele, “Wow presenter AI? Saya belum pernah melihat presenter AI. Apakah seperti orang-orang palsu?”

    Setelah menyaksikan langsung salah satu tayangan presenter AI, Steele terkesima sekaligus ragu. “Wow. Ya ampun. Itu luar biasa. Sangat menarik dan aneh. Ini aneh. Orang Indonesia jauh lebih berani memakai AI.”

    Di Balik Kekaguman, Ada Kekhawatiran

    Meski kagum pada keberanian media Indonesia, Steele menyimpan kekhawatiran mendalam. Menurutnya, penggunaan AI dalam ruang redaksi bukan tanpa risiko. Salah satu bahaya terbesar adalah kerusakan terhadap nilai-nilai dasar jurnalisme, seperti kejujuran, akurasi, dan empati—sesuatu yang tak bisa ditiru oleh algoritma.

    Ia menyoroti pentingnya tanggung jawab perusahaan teknologi dan platform AI untuk menanggulangi dampak buruk yang mungkin timbul, terutama terkait akurasi informasi dan etika jurnalistik.

    Namun Steele juga mengakui, AI bisa menjadi mitra jurnalis jika digunakan secara bijak. “AI dapat meringankan beban kerja, terutama dalam reportase teknis, sehingga jurnalis bisa lebih fokus pada pelaporan investigatif yang lebih mendalam.”

    Mengawal Etika, Bukan Menolak Inovasi

    Bagi Steele, esensi jurnalisme bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi menyuarakan kebenaran dengan nilai dan empati. “Jurnalisme bukan hanya tentang media, tapi tentang prinsip-prinsip yang mendasarinya,” tegasnya.

    Penggunaan AI dalam jurnalisme memang tak terhindarkan. Namun yang menjadi PR besar bagi insan pers, khususnya di Indonesia, bagaimana mengadopsi teknologi ini tanpa kehilangan roh jurnalisme itu sendiri.

    Catatan untuk wartawan:

    Inovasi adalah keharusan, tapi jurnalisme adalah amanah. Mari kita gunakan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti nurani. (abdus syukur/ai)

    Keteangan Foto:

    Profesor Janet Steele, pakar jurnalisme dari George Washington University, Amerika Serikat. (internet)

  • Operasi Pekat II Rinjani 2025: TNI, Polri, dan Pemkot Mataram Tertibkan Juru Parkir Liar

    Operasi Pekat II Rinjani 2025: TNI, Polri, dan Pemkot Mataram Tertibkan Juru Parkir Liar

    MATARAM (LOMBOKEXPRESS.ID)-Tim gabungan yang terdiri dari personel TNI, Polri, dan Pemerintah Kota Mataram menggelar operasi penertiban juru parkir liar di wilayah hukum Polresta Mataram pada Senin, 5 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 13.00 Wita ini merupakan bagian dari Operasi Pekat II Rinjani 2025, yang bertujuan menekan praktik premanisme dan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

    Tim yang terlibat dalam penertiban terdiri atas Polresta Mataram, Tim Resmob, Kodim 1606 Mataram, Dinas Perhubungan Kota Mataram, dan Satpol PP Kota Mataram. Mereka melakukan pendataan serta penindakan terhadap juru parkir liar yang kerap menarik tarif tidak sesuai ketentuan dan meresahkan warga.

    Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa operasi ini merupakan langkah preventif untuk mencegah aksi-aksi premanisme yang merugikan masyarakat.

    “Jukir liar sering kali memungut tarif parkir secara sepihak, bahkan dengan cara memaksa. Operasi ini kami lakukan demi meningkatkan rasa aman dan nyaman di tengah masyarakat,” ujar AKBP Hendro.

    Ia juga mengimbau warga agar menggunakan layanan parkir resmi yang telah disediakan oleh pemerintah guna menghindari pungutan liar dan potensi gangguan dari oknum tak bertanggung jawab.

    “Kami berharap dengan operasi gabungan ini, kesadaran masyarakat untuk menggunakan parkir resmi meningkat, sekaligus menekan angka premanisme di wilayah Kota Mataram,” tambahnya.

    Personel yang terlibat dalam operasi antara lain:

    • IPDA Ida Bagus Sadwika (KBO Sat Reskrim Polresta Mataram)
    • Tim Resmob Polresta Mataram
    • Personel Polresta Mataram (dalam Sprin Ops Pekat II Rinjani 2025)
    • Anggota Kodim 1606 Mataram
    • Petugas Dinas Perhubungan Kota Mataram
    • Satpol PP Kota Mataram

    Penertiban juru parkir liar ini akan dilakukan secara berkala sebagai bagian dari komitmen pemerintah dan aparat keamanan untuk menjaga ketertiban umum serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kota Mataram. (nang)